Berlian Terkenal
Hope Diamond | Hope Diamond |
|
|
Page 2 of 3 Perkembangan sejarah terbaru, September 1812, hope diamond berada di tangan saudagar dari London bernama Daniel Eliason. Berlian ini dipercaya merupakan salah satu potongan dari French Blue. Sampai dibuktikan pada tahun 2005 yang lalu. Setelah kejadian pencurian French Blue yang asli, banyak cerita yang beredar mengenai hope diamond. Tahun 1824, blue diamond berpindah tangan menjadi koleksi milik Henry Philip Hope. Ia menjadikan blue diamond sebagai permata pada bros yang diberikan kepada istri saudara laki-lakinya, Henry Thomas Hope. Setelah Henry Philip Hope meninggal di tahun 1839, warisannya sangat diperebutkan oleh tiga keponakannya. Diantara warisan tersebut, adalah hope diamond. Namun, warisan tersebut akhirnya jatuh ketangan Henry Hope, termasuk Hope diamond. Tahun 1851, Blue diamond dipajang pada Great Exhibition di London, dan tahun 1855 dipajang di Paris Exhibition Universelle. Akhirnya, blue diamond disimpan di lemari besi sebuah Bank. Henry meninggal tanggal 4 Desember 1862. Adele sang istri menjadi pewaris tunggal. Kemudian Adele juga meninggal tanggal 31 Maret 1884. Tahun 1887 kepemilikan Blue diamond turun ke cucu Henry yang bernama Henry Francis Hope Pelham-Clinton Hope, anak dari Henrietta dan Henry Pelham Clinton, Duke of Newcastle ke-6. Hanya saja, hope diamond yang sangat berharga ini tidak dapat dijual tanpa mendapat izin dari pengadilan setempat. 27 November 1894, Francis menikahi artis Amerika bernama May Yohe. Melewati lika-liku kehidupan bersama May selama 2 tahun, kehidupan Francis akhirnya jatuh, ia bangkrut di tahun 1896. Sayangnya, disaat kritis itu hope diamond miliknya tetap tidak bisa dijual. Dengan dukungan May, Francis mengurus perizinan di pengadilan dan akhirnya hope diamond bisa terjual. Francis makin terpuruk saat mengetahui May selingkuh dan melarikan diri dengan Putnam Strong, seorang anak Walikota New York City, William L. Strong. Kemudian Francis diceraikan tahun 1902. Kemudian hope diamond terjual lagi seharga 29.000 poundsterling ke Adolf Weil seorang pedagang permata London. Setelah itu terjual lagi pada sebuah dealer permata milik Simon Frankel yang kemudian dibawa ke New York. Ternyata di New York, hope diamond dihargai sekitar 141,032 dolar atau sama dengan 28,206 poundsterling. Di tahun 1908, Frankel menjual hope diamond kepada Salomon Habib di Paris senilai 400.000 dolar. Tapi, hanya kira-kira 1 tahun saja hope diamond berada di tangan Habib, tanggal 24 Juni 1909 hope diamond dijual melalui acara pelelangan. Pada lelang tersebut, hope diamond dibeli oleh seorang pedagang perhiasan dari Paris bernama Rosenau seharga 80.000 dolar. Tahun 1910, Rosenau menjualnya kepada Pierre Cartier seharga 550.000 francs. Tiada hentinya hope diamond berpindah-pindah tangan, masing-masing pemiliknya hanya antara setahun dua tahun saja menikmati kebersamaan dengannya. Hingga tahun 1911, Cartier menjual hope diamond kepada seorang anggota organisasi sosial di U.S, Socialite Evalyn Walsh McLean. Sempat bertahan lama berada di tangan Evalyn, tahun 1947 disaat Evalyn meninggal, hope diamond diwariskan kepada cucunya. Dengan wasiat bahwa hope diamond ini harus terus berputar pada turun temurunnya selama 25 tahun. Tapi, hanya kira-kira 20 tahun wasiat ini terjaga. Sampai akhirnya terjual juga di tahun 1949 oleh seorang pedagang berlian di New York bernama Harry Winston. Harry Winston yang sangat tidak percaya akan mitos hope diamond yang katanya membawa kutukan, ia terus menyimpan dan menjaga hope diamond. Walaupun pernah ia titipkan untuk dipamerkan di Canadian National Exhibition di bulan Agustus 1958. Tanggal 28 Desember 1978, saat usianya 82, Harry menutup mata untuk selamanya. Ia mewariskan hope diamond ini agar dijaga dengan baik di Smithsonian Institution. Sejak 10 November 1958, disaat Harry belum meninggal, hope diamond sudah dipajang di Smithsonian Institution. Hope diamond menjadi bagian dari koleksi permata di National Museum of Natural History. Pada tahun 1962, dipamerkan di French jewellery, Paris. Sebagai benda yang sangat disanjung, hope diamond selalu diperkenalkan kepada dunia. Di tahun 1965, kembali dipamerkan di Rand Easter Show, Afrika Selatan. Setelah mengalami beberapa perbaikan, di tahun 1997, hope diamond disimpan dan dipajang di Janet Annenberg Hooker Hall of Geologi, Gem, and Minerals. Sebagai salah satu anggota the national Gem Collection, hope diamond menjadi yang paling digandrungi disana. Begitulah hope diamond yang berpindah tangan dari satu orang ke orang yang lain, dari satu tempat ketempat lain, diberbagai negara. Melewati berbagai masalah, hope diamond adalah batu permata yang sangat bersejarah. Pada bulan Desember 1988, seorang ahli lulusan Gemological Institute of America meneliti hope diamond dengan seksama. Kemudian memberikan hasil laporan tentang pribadi hope diamond yang disebut ‘Fancy dark grayish-blue’, dengan berat 45,52 karat atau 9,104 gram. Dideskripsikan, hope diamond unik seperti fluorescence, dengan warna ultra ungu jika dilihat dalam gelap dan menjadi fosforesensi merah yang brilian jika dilihat ditempat terang. Kejernihannya VS1, sedikit keputih-putihan. Potongannya digambarkan ‘Cushion antique brilliant with a Faceted Girdle and Extra Facets on the Pavilion’. Ukuran pannjang, lebar, dan kedalamannya sama dengan 25,60 mm x 21,78 mm x 12,00 mm. Perkembangan terakhir pada 9 Febuari 2005, Smithsonian Institution mempublikasikan bahwa hope diamond adalah permata yang menjadi bagian dari Mahkota French Blue. |
|||||
| < Prev |
|---|






