| Blood Diamond Liberia |
|
|
|
|
Di dalam mencapai pasar internasional pada industri berlian, perusahaan-perusahaan industri ini telah melakukan berbagai cara untuk sukses dan berhasil. Dengan banyaknya persaingan, baik dalam produksi maupun penjualannya, bahkan membuat orang-orang dalam industri ini menempuh cara yang tak lazim. Hal ini terjadi di negara Liberia, di mana telah terjadinya “berlian berdarah”. Disebut berlian berdarah karena berhubungan dengan perang saudara yang terjadi di negara-negara Afrika termasuk Liberia, Sierra Leone, Angola, Pantai Gading, dan Kongo. Perang saudara ini berlangsung cukup lama, yaitu dari tahun 1989 dan baru berakhir pada tahun 2003. Perang tersebut memakan 250 korban nyawa. Selain itu, penjualan berlian pada saat itu juga digunakan untuk membiayai perang saudara tersebut. Sebagian berlian yang didapatkan juga merupakan hasil dari penambangan ilegal, maupun penyelundupan. Selain korban nyawa, perekonomian negara-negara di Afrika ini semakin memburuk, sarana dan prasarana yang kurang serta banyaknya pengangguran. Dengan adanya berlian berdarah ini, Liberia menjadi salah satu negara yang terkena pelarangan terhadap ekspor berlian. Setelah perang saudara yang terjadi selama 14 tahun ini berakhir, pemerintah Liberia mulai membenahi infrastruktur negaranya, termasuk pengeksporan berlian. Bekerja sama dengan PBB dan Kimberly Process, Liberia akan dapat meneruskan ekspor berlian tanpa adanya berlian berdarah lagi. Pengeksporan berlian tak lepas dari pengawasan PBB serta harus mengikuti aturan-aturan yang dibuat oleh PBB. Sedangkan Kimberly Process akan menyiapkan perjanjian-perjanjian terhadap Liberia, dalam menyediakan sertifikat bahwa berlian tersebut berasal dari tambang-tambang resmi. Presiden Liberia yang bernama Ellen Johnson-Sirleaf menyambut gembira rencana tersebut. PBB akan segera membuka kembali pengeksporan berlian Liberia. Dengan begitu, pemerintah Liberia dapat membangun kembali negaranya terutama di bidang ekonomi, dari hasil pengeksporan dan penjualan berlian. |
| < Prev | Next > |
|---|







