Home
Diamond Rush di Lesotho PDF Print E-mail

Penemuan sejumlah batu permata yang bernilai tinggi di Lesotho, tepatnya di tambang berlian Letseng, telah membuat sedikitnya 4 perusahaan, salah satunya milik Afrika Selatan, mulai mengeksplorasi tambang selama 2 tahun terakkhir. Perkembangan terakhir yang dilaporkan oleh pengusaha Australia, Alan Bond, yang juga seorang konsultan pada perusahaan berlian di Lesotho, adalah tambang ini dapat meningkatkan industri berlian di Lesotho. Selain itu penggalian juga dimulai di tambang Kao, daerah timur laut Maseru.

Target produksi Tambang Kao sebesar 740.000 karat setahun dengan produksi penuh. Sedangkan Tambang Letseng hanya memproduksi 50.000 karat setahun. Jumlah ini direncanakan akan dilipatgandakan menjadi sekitar 100.000 karat setahun. Sebuah sumber mengatakan bahwa meskipun produksi tambang Letseng lebih rendah dari Kao, tapi nilai rata-rata dolar dari berlian-berlian tersebut dapat mencapai 10 kali lipat dari berlian produksi Kao. Namun dengan adanya kelangkaan batu-batu berlian, diharapkan ada kenaikan di tahun depan,yang dapat meningkatkan keuntungan tambang Kao.

Perusahaan Gem Diamond Letseng ada di peringkat atas London Stock Exchange pada pertengahan Februari dengan nilai perolehan yang meningkat lebih dari 600 juta USD. Pembukaan kembali tambang Letseng oleh pengusaha Brett Kebble pada Desember 2004 telah menemukan 4 berlian sebesar 366 karat dan mendapat perhatian di mata internasional. Oktober tahun lalu, di Letseng ditemukan 603 karat berlian putih yang merupakan penemuan terbesar ke-15 di dunia. Perusahaan penambangan berlian lainnya yang beroperasi di Lesotho sejak tahun lalu dan telah membuat penemuan penting adalah perusahaan Liqhobong yang dimiliki oleh AIM, perusahaan berlian di Eropa. Pada Desember tahun lalu, berlian sebesar 27,7 karat telah ditemukan di pipa utama Liqhobong dan telah terjual di Antwerp seharga $ 750.000.

Dua perusahaan penambangan berlian lainnya yang berada di Lesotho adalah Angel Diamond, yang 80% sahamnya dimiliki oleh JSE dan terdaftar pada Thabex Exploration; dan Motapa Diamond yang terdaftar pada TXS Venture Exchange.

Angel Diamond mengeksplorasi pipa Kolo yang berpotensi menyimpan batu-batu berlian besar. Tetapi pembiayaan di tambang ini sangat tinggi. Sebelumnya area ini dieksploitasi oleh pekerja tambang yang dapat menghemat biaya produksi dan menghasilkan berlian sekitar 7.500 karat.

Sedangkan Motapa Diamond telah menemukan tempat yang potensial di barat daya Letseng. Dalam menilai potensi ini diperlukan sampel dalam jumlah besar yaitu sekitar 100.000 sampai 150.000 ton kimberlit.

Untuk diversivikasi industri berlian, Gem Diamond membeli seluruh saham pertambangan BDI (BDI Mining) dengan harga 82,88 juta USD. BDI Mining merupakan perusahaan yang memegang 80% saham industri tambang berlian di pertambangan Cempaka yang berada di Kalimantan Tenggara, Indonesia. Dengan begitu, Gem Diamond bekerja sama dengan BDI Mining dalam memproduksi berlian di tambang Cempaka.

Tambang berlian Cempaka berada di Danau Seran menghasilkan 70.000 karat berlian. Selain Danau Seran, juga terdapat sumber di dareah tambang pasir yang mengandung intan.

Dengan adanya kerja sama ini, Gem Diamond dan BDI Mining mengharapkan dapat menigkatkan kinerja dan operasional di tambang Cempaka, meningkatkan kualitas produksi, serta dapat meningkatkan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Afrika.

 
< Prev   Next >